SELAMAT PAGI BIDADARI (01)

Karya Tien Kumalasari

Wulan sedang belanja di sebuah mal dimana biasanya ibu mertuanya berbelanja, ketika sebuah sapa membuatnya terkejut.

“Selamat pagi bidadari.”

Wulan merasa seperti sedang bermimpi. Sudah setahun dia tak pernah mendengar sapa semanis itu. Hanya seorang yang selalu mengawali sapa untuknya dengan ucapan itu. Rio Bramantyo, pria gagah dan tampan temannya kuliah dulu, dan yang sangat dicintainya.

Wulan mengibaskan kepalanya, merasa bahwa itu hanyalah ilusi baginya.

Lalu dia meneruskan belanja. Hari ini Wulan belanja sendiri, karena satu-satunya pembantu di rumah sedang banyak pekerjaan. Cucian dan setrikaan kemarin belum sempat dikerjakannya karena adanya banyak tamu teman-teman ibu mertuanya yang mengadakan kumpulan arisan di rumah. Ia sudah sampai di counter sayuran, dan memilih-milih, mana yang sebaiknya dia beli. Mertuanya tak pernah mengatakan dia ingin dimasakkan apa. Semua terserah Wulan, karena apapun yang dimasak Wulan, mereka pasti menyukainya. Bahkan salah seorang pembantunya, yu Sarni, hanya sekedar membantu dan bukan yang baku menentukan bumbu masaknya. Wulan senang karena semua orang suka masakannya.

“Selamat pagi bidadari.”

Wulan menghentikan tangannya yang sedang memegang seikat sawi. Ia memejamkan matanya untuk meyakinkan bahwa telinganya tidak salah dengar. Ia meletakkan kembali sawi yang sudah dipegangnya, lalu menoleh ke samping. Tak ada siapa-siapa. Wulan membalikkan tubuhnya, lalu melihat ke sekeliling tempat itu. Ada banyak pembeli sedang berseliweran di sekitarnya. Ada yang sedang memilih-milih, ada yang sedang mencari-cari apa yang dibutuhkannya.

“Tak ada siapa-siapa,” gumamnya pelan.

“Kenapa ya aku tiba-tiba seperti mendengar suaranya? Ah, tidak mungkin, dia sudah pergi jauh dan tak akan mengingatku lagi.”

Lalu Wulan melanjutkan memilih sayur. Dia ingin memasak ca sawi udang, kesukaan ayah mertuanya. Ia terus memilih, lalu melangkah ke tempat gerai ikan segar.

“Selamat pagi bidadari.”

Kali ini Wulan benar-benar yakin bahwa itu bukan halusinasi. Ia memutar tubuhnya, tak melihat siapapun, lalu ia berjalan mengitari area tempat itu. Ia terus mencarinya.

“Rio !”

Kali ini Wulan berteriak.

“Rio !”

“Jangan sembunyi Rio, aku tahu itu kamu. Kalau kamu masih sembunyi juga, aku tak akan mengenalmu lagi selamanya,” katanya perlahan, tapi membuat beberapa orang disekitarnya sempat menatapnya heran.

“Riooo!” Wulan berteriak lebih keras.

Lalu ketika ia berada di sebuah tikungan, diantara penjual buah, ia menabrak seseorang.

“Uhh!” Wulan mengeluh karena dahinya menyentuh dada bidang seseorang. Wulan mundur selangkah.

“Selamat pagi bidadari,” bisik laki-laki yang menabraknya.

“Rio?”

Sebuah senyuman terkembang. Senyuman dari bibir tipis seorang pria tegap dan tampan. Wajah yang sangat dikenalnya. Wajah yang selalu mengisi benaknya dengan ingatan-ingatan yang konyol dan sering dilakukannya. Bertahun dia merindukannya, kemudian pupus sudah harapan untuk bertemu, ketika tak ada berita tentang dia, bahkan setelah hampir setahun dia menikah.

“Rio,” kali ini Wulan berbisik lembut, berusaha mengendapkan gejolak hatinya yang meronta tak terima, tapi membuat dadanya berdegup kencang manakala melihat sorot matanya.

“Ya Tuhan, dia masih seperti dulu, Gagah, tampan, dan menatapku dengan teduh,” batin Wulan sambil menghembuskan napas panjang.

“Kamu disini?” akhirnya itu kata Wulan setelah berhasil menata batinnya.

“Kamu masih cantik seperti dulu,” kata Rio samil berusaha meraih tangan Wulan, tapi Wulan menepisnya pelan.

“Rio, aku sudah bersuami.”

Rio tampak kecewa, menurunkan kembali tangannya dan menatapnya sendu.

“Aku sudah tahu,” bisiknya pelan.

“Maaf,” lanjutnya. “aku ingin bicara. Ke food court sebentar?”

Wulan mengangguk. Betapa rindunya dia pada lelaki ini, tapi sekarang ada tembok tinggi yang membatasinya, yang tak akan mampu dilompatinya. Ia berjalan mengikuti langkah Rio, naik ke lantai atas, karena di sana lah area food court itu berada. Ia meninggalkan troli belanjaannya yang baru terisi beberapa macam sayuran, dan berjanji dalam hati bahwa dia akan kembali melanjutkan belanja setelah berbicara dengan Rio.

Belum banyak yang duduk di sana, karena hari masih pagi. Saat sarapan sudah lewat, dan saat makan siang belum tiba.

Mereka duduk berhadapan di sebuah bangku, lalu memesan es kacang hijau kesukaan mereka dulu.

“Mau makan apa?”

“Cemilan saja, aku mau kroket,” kata Wulan.

“Baiklah, es kacang hijau dua, kroket dua,” katanya kepada pelayan yang mendekatinya.

Mereka duduk berhadapan, bertatapan, dan saling bertanya kepada hati masing-masing. Masih adakah cinta yang tersisa di hati mereka?

Wulan menghela napas. Dihadapannya, duduk seseorang yang dahulu pernah diimpikannya agar bisa menjadi pendamping hidupnya. Dan barangkali juga itu lah yang juga dipikirkan Rio.

“Mengapa kamu pergi?” Wulan lebih dulu bicara, memecah kebisuan yang tiba-tiba melanda.

“Kamu tidak tahu? Aku pergi membawa luka. Aku lari ke luar negri untuk melanjutkan pendidikan aku di sana, kemudian aku kembali pulang karena ayahku meninggal.”

“Kamu pergi membawa luka?”

Aku mendengar dari kerabat kamu, ketika ayah kamu meninggal. Mereka bicara bahwa walau kamu tidak lagi punya orang tua, tapi anak seorang pengusaha kaya sudah disiapkan untuk menjadi pendamping kamu. Ketika itu dia ada bersama ayah ibunya. Kerabat kamu menunjuk ke arah mereka.”

“Oh?” Wulan terkejut. Ketika ayahnya meninggal, memang ada keluarga Broto Santoyo yang datang melayat. Tapi dia tidak tahu bahwa akan menjadi menantunya.

“Mengapa kamu tidak bertanya dulu sama aku?”

“Semuanya sudah jelas, untuk apa bertanya lagi?”

“Jelas? Itu belum jelas,” sanggah Wulan.

“Bagiku, itu jelas.”

Wulan menghela napas berat, air matanya merebak. Ia menyapunya dengan selembar tissue, ketika pelayan menyajikan pesanan mereka.

Rio menghirup es yang dipesannya.
“Aku bersedia menikah, karena kamu sudah pergi meninggalkan aku begitu saja,” lirih kata Wulan.

“Ya Tuhan.”

“Mengapa takdir mempermainkan kita?” Wulan meraih lagi selembar tissue.

“Apakah kamu bahagia?”

Wulan terhenyak. Bahagia? Ia bahkan tidak pernah bersentuhan dengan suaminya. Restu Andika, suaminya, sangat membencinya, karena dirinya dianggap menghalangi pernikahannya dengan Lisa Amanda, kekasih yang amat dicintainya.

Pernikahan itu terjadi karena ayahnya yang memaksanya, hanya karena sang ayah bersahabat dengan ayah Wulan, dan ia sangat menyukai Wulan yang cantik dan sangat santun. Ia tak kuasa menolaknya. karena ayahnya adalah sahabat keluarga Broto.

Pak Broto yang sudah tahu adanya hubungan Restu dan Lisa, sangat menentangnya. Bahkan ada ancaman untuk mengeluarkannya dari perusahaan kalau Restu tidak menuruti kemauannya.

“Kamu bahagia?” ulang Rio.

Wulan menghela napas panjang, dan berat.

“Entahlah,” bisiknya pelan.

“Kamu masih mencitai aku?”

Wulan menatap Rio tak berkedip.

Bolehkah seorang isteri mencintai laki-laki lain? Tidak, Wulan bukan wanita serendah itu. Rasa cintanya telah diendapkannya dan tak ingin ada penghianatan dalam sebuah pernikahan, walau suaminya bahkan sangat merendahkannya.

“Kamu bersedia menjadi menantu keluarga Broto karena uang bukan?” itu hardik yang di keluarkannya, malam setelah mereka menikah.

Tak ada malam yang indah seperti layaknya pengantin baru. Restu bahkan menyuruhnya tidur di sofa sementara dia terlelap di ranjang pengantin yang sudah ditata indah, dan wangi.

Wulan tak menjawab. Matanya menatap sang suami dengan amarah yang meluap.

“Aku bukan serendah itu,” katanya tak kalah tajam.

“Cih. Aku tidak percaya.”

“Terserah apa kata kamu,” kata Wulan sengit. Sama sekali dia tak takut pada suaminya.

“Wulan,” Rio masih menunggu jawabannya.

Wulan mengangguk lemah, lalu menyembunyikan kesedihannya dengan menghirup es kacang ijo nya.

Tapi tatapan sendu itu membuat Rio tak percaya.

“Aku masih mencintai kamu Wulan.”

Wulan menatap Rio sekilas.

“Lakukan hal terbaik untuk hidup kamu Rio. Kita tidak berjodoh. Takdir memisahkan kita,” akhirnya Wulan mampu berkata-kata.

Rio menatapnya tajam, ingin rasanya ia merengkuh tubuh mungil yang selalu disayanginya itu kedalam dekapannya. Ia yakin Wulan tak bahagia dalam hidupnya. Ia menyembunyikan duka yang dipendamnya, demi menjaga martabatnya sebagai seorang istri.


Sampai di rumah Wulan melihat yu Sarni sedang menumpuk baju-baju setrikaan di dalam ember, dan sudah dipisahkannya masing-masing baju itu di tempat yang berbeda. Yu Sarni sudah hapal setiap baju yang digarapnya, itu milik siapa dan siapa.

“Yu … “

Yu Sarni terkejut, ketika Wulan tiba-tiba melintas dengan membawa belanjaan yang sepertinya berat.

“Bu Wulan belanja banyak sekali ?”

“Tidak Yu, hanya sayuran dan beberapa bahan yang tadi Yu Sarni pesan,” katanya sambil meletakkannya di meja dapur.

Yu Sarni yang sudah selesai dengan tugasnya segera membantunya menata belanjaan.

“Ibu sama bapak pergi ya Yu?”

“Iya, katanya mengunjungi kerabat atau sahabatnya yang sedang sakit,” kata yu Sarni

“Capek ya Bu?”

“Tidak Yu, biasa saja.”

“Tadi menunggu yu Sarni sebentar saja tidak mau,” gerutu yu Sarni.

“Bukan begitu Yu, tadi setrikaan yu Sarni banyak, kalau ikut belanja pasti sekarang belum selesai.”

“Iya juga sih.”

“Siapkan semuanya ya Yu, aku cuci kaki tangan dulu dan ganti baju.”

“Bu Wulan mau masak apa?”

“Cuma ca sayur sama udang. Nggoreng tempe mendoan, tadi Ibu pesan tahu isi juga. Cuci dulu udangnya Yu,” kata Wulan sambil menjauh.

Wulan masuk ke dalam kamar, mencuci kaki tangan dan mengganti bajunya dengan baju rumahan. Bayangan Rio kembali menari-nari di benaknya.

“Jangan tanya tentang cinta Rio, aku sudah berusaha memendamnya sejak kamu pergi tanpa pesan,” bisiknya sambil masuk ke kamar mandi.

Tapi sambil menutup pintu itu terngiang kembali sapa lembut yang lama sekali tak pernah terdengar lagi.

Selamat pagi bidadari.

Lalu Wulan bertanya kepada dirinya sendiri, masihkah ada cinta yang tersisa di hatinya?


Di suatu pagi, ketika Wulan baru selesai mandi, didengarnya suara orang menyanyi diiringi gitar. Suara itu sangat merdu, dan dia menyanyikan lagunya dengan sangat apik. Wulan tersenyum. Ia merasa, pengamen itu sangat menguasai lagu yang dinyanyikannya. Ia ingin keluar, tapi diurungkannya karena sang ibu mertua memanggilnya dari arah dapur. Dilihatnya yu Sarni bergegas ke depan, pastinya untuk memberikan uang kepada pengamen itu.

“Kamu mau masak apa hari ini Wulan?” tanya bu Broto, sang ibu mertua.

“Ibu ingin dimasakin apa?”

“Terserah kamu saja, apapun yang kamu masak selalu enak kok.”

“Ah, Ibu bisa saja,” Wulan tersipu.

“Itu benar, bapak juga sangat suka masakan kamu.”

“Bagaimana kalau rawon saja? Masih ada sisa daging di kulkas.”

“Hm, kelihatannya enak. Boleh … boleh.”

Tiba-tiba yu Sarni masuk ke dapur sambil cengar cengir.

“Ada apa Ni, kamu dari memberikan uang ke pengamen kok jadi tampak aneh.”

“Pengamen itu sangat lucu Bu, setelah saya memberikan uang, dia bilang, ‘selamat pagi bidadari’ , saya tertawa dong Bu, masa sih orang seperti saya dibilang bidadari? Bidadari dari mana coba?”

Bu Broto tertawa, tapi tidak demikian dengan Wulan.


Besok lagi ya.

Bersambung ke Jilid 02

hasil-tebar-kurban-ikaga-crop

IKAGA : Terima Kasih atas Partisipasi dalam Tebar Kurban!

IKAGA – Ikatan Alumni Ganesha SMA Negeri 1 Purbalingga

Panitia Tebar Kurban IKAGA mengucapkan:

Terimakasih atas partisipasi Pe-Kurban, Balai Penyuluhan Pertanian, Perangkat Desa, Anggota Ikaga dan Masyarakat di daerah tujuan kurban.

Semoga ibadah kurban kita diterima oleh Allah SWT dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya.

InsyaAllah kegiatan ini akan berlanjut di tahun depan dengan semangat dan energi yang lebih besar lagi.

Salam bersinergi….!!!

Bronto Sutopo
Ketum IKAGA

#ikatanalumniganesha

#smanegeri1purbalingga

#bersinergimembangunbangsa

halal-bihalal-ikaga

Halalbihalal dan Donor Darah, Wujud Sikap Berpancasila, Peduli, Integritas, dan Militan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sehat teman-teman IKAGA Jabodetabek.

Kami mengundang teman-teman lKAGA untuk bersilaturahmi di acara Halal BiHalal dan Donor Darah lKAGA yang akan diadakan pada:

Hari/ tanggal: Sabtu, 04 Mei 2024
Jam: 08.30-15.00 WlB
Tempat: Jl Raya Babakan Madang no 54A, Sentul (villa mbak Tuti G74)

  • Kontribusi min Rp100.000/orang ke rekening:
    Bank Mandiri 1010011859509, an Fitri Purwita Sari
    Konfirmasi donasi 0812 1267 7726 (Fitri G88)

CP:
Arief Wahyu Hidayat G99
0821 2361 6819
Wahyu Triyono
0811 1861 975

Wasalamu’alaikum Wr.Wb
Terima Kasih.

*)Tambahan: Bagi teman teman yang ingin membawa potluck dan menjual produk UMKM di per silahkan.

tebar-kurban-ikaga

Tebar Kurban Bareng Ikaga

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillah

“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)”
Q.S. Al-Hajj 34

Total jumlah hewan kurban di Purbalingga pada tahun 2023 sebesar 3200 ekor sapi, 2 ekor kerbau, 5826 ekor kambing, dan 535 ekor domba. Artinya rata-rata ada 1 ekor hewan kurban setara kambing/domba untuk 34,7 penduduk di Purbalingga.

Terdapat 3 kecamatan dengan proporsi kurban rendah yang akan menjadi target Tebar Kurban Ikaga, yaitu Kecamatan Karanganyar, Karangjambu, dan Mrebet.

Link Pendaftaran :

https://bit.ly/IKAGABERKURBAN

Timeline Tebar Kurban Ikaga:

  • Pengisian formulir (hingga 31 Maret 2024)
  • Pembayaran Commitment Fee (hingga 31 Maret 2024)
  • Pengumuman harga kurban (deadline: 16 Mei 2024)
  • Pelunasan pembayaran kurban (2 Juni 2024)
  • Distribusi hewan kurban (16 Juni 2024)
  • Laporan akhir tebar kurban (17 Juni 2024)

Estimasi harga hewan Kurban:

  • 1/7 Sapi: 3-4 juta rupiah
  • Kambing/domba: 2-3 juta rupiah

Pembayaran commitment fee sebesar Rp100.000,00 ke rekening:
1010013119480 Bank Mandiri
Ikatan Alumni Ganesha SMAN 1 Purbalingga
Konfirmasi pembayaran ke: 081212677726 (Fitri G88)

Narahubung Tebar Kurban Ikaga:

  • Sidik N.R. G2016 081573031572
  • Feri R. G2000 081328012409
  • Fitri G88 081212677726
sertifikasi-halal-ikaga

IKAGA BISNIS FORUM (IBF) : MANDATORI SERTIFIKASI HALAL 2024

Jakarta, 3 Maret 2024 – Ikatan Alumni Ganesha (IKAGA) SMA Negeri 1 Purbalingga kembali menggelar agenda Ngobrol Bareng “IKAGA BISNIS FORUM” dengan tema MANDATORI SERTIFIKASI HALAL 2024 : SINERGI UMKM, BPJPH, PEMDA DAN MASYARAKAT sebagai sarana berharga bagi alumni SMA Negeri 1 Purbalingga untuk mempelajari tentang regulasi dan penerapan sertifikasi halal di Indonesia
Acara ini diselenggarakan secara online melalui platform Zoom Meeting pada hari Minggu, 3 Maret 2024. “IKAGA BISNIS FORUM” kali ini menampilkan pembicara Ibu DR. Nurpati Wahyu Widyastuti, M.Si – G88, dengan moderator D. Kusumawardhani – G2001.
Dalam paparannya, pembicara menyampaikan pentingnya sertifikat halal dan non halal dalam produk dan peredaraannya dalam menghadapi tantangan global. Produk non halal belum tentu sehat tetapi produk halal sudah pasti sehat. Potensi pengembangan produk halal sangat prospektif, dikarenakan konsumen baik dalam negeri maupun luar negeri sudah mulai terdidik untuk menggunakan produk hahal. Hal inilah yang mendasari penerapan produk dan peredaran halal yang mulai diterapkan pada Oktober 2024.
Dengan adanya ngobrol kali ini, IKAGA berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif dalam pengembangan usaha dilingkungan alumni pada khususnya maupun masyarakat pada umumnya, sehingga bisa menjadi nilai tambah buat alumni dan masyarakat.

Dapatkan materi lengkap Sertifikasi Halal disini dan disini

ngobras-teknik-edited

“NGOBRAS IKAGA”: Pengenalan Program Studi Teknik

Purbalingga, 1 Maret 2024 – Ikatan Alumni Ganesha (IKAGA) SMA Negeri 1 Purbalingga kembali menggelar acara “NGOBRAS IKAGA”, sebuah kesempatan berharga bagi para siswa SMA untuk menjelajahi berbagai program studi teknik. Acara ini dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada hari Jumat, tanggal 1 Maret 2024.

“NGOBRAS IKAGA” memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berdialog santai dengan empat orang guest speaker yang merupakan alumni terkemuka dari SMA Negeri 1 Purbalingga. Mereka adalah:

  1. DR. OKTO DINARYANTO, S.T., M.M., M.ENG. (G-90) – Institut Teknologi Dirgantara Adisucipto
  2. IR. WIDHIATMOKO HERRY PURNOMO, S.T., M.T., IPM (G-94) – Departemen Teknik Elektor, Fakultas Teknik Universitas Jendral Soedirman (UNSOED)
  3. DR. PHIL RAHMATUL IRFAN, S.T., M.T., M.CE (G-97) – Pendidikan Teknik Informatika UNY
  4. EKA PRIHATINNINGSTYAS, S.T., M.T (G-97) – Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Para guest speaker ini membawa pengalaman dan pengetahuan mendalam di bidang-bidang Teknik yang beragam. Mereka berbagi wawasan, tantangan, serta peluang karir yang menanti para siswa di masa depan.

Selain menyediakan platform untuk bertanya dan berdiskusi, acara ini juga memberikan inspirasi kepada para siswa untuk meraih impian mereka di bidang Teknik. Dengan mendengarkan kisah sukses para alumni, diharapkan siswa dapat semakin termotivasi untuk menggapai cita-cita mereka.

Dengan “NGOBRAS IKAGA”, IKAGA SMA Negeri 1 Purbalingga terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif dalam pengembangan karir dan pendidikan para siswa. Diharapkan, acara semacam ini dapat menjadi langkah awal bagi para siswa untuk meraih masa depan yang cerah di bidang Teknik.

loker-as-syifa

Peluang Karir : Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah

📌 LOWONGAN KERJA
Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Subang, Jawa Barat.

Mari Bergabung Bersama Kami, Cetak Generasi Muda Yang Berprestasi !!!

As-Syifa Boarding School Subang, Jawa Barat, membuka beberapa lowongan kerja terbaru formasi Guru Bidang Studi, Tenaga Kesehatan, dan Staf

Informasi pendaftaran, persyaratan, dan kualifikasi formasi selengkapnya dapat diakses melalui website :

🌍 http://karir.alshifacharity.com

Persiapkan Diri Anda !
Pendaftaran online dilaksanakan tanggal 26 Februari – 31 Maret 2024

Media sosial Karir As-Syifa :
🔰 Facebook : Karir As-Syifa Al-Khoeriyyah
🔰 Instagram : @karir.assyifa
🔰 Telegram : https://t.me/karirassyifa

Narahubung :
📱 0896 3209 2713

perizinan-umkm

Ngobrol Bareng Sedulur IKAGA “Perizinan UMKM”

Jakarta, 18 Februari 2024 – Ikatan Alumni Ganesha (IKAGA) SMA Negeri 1 Purbalingga menggelar agenda Ngobrol Bareng “IKAGA BISNIS FORUM” dengan tema PERIJINAN UMKM sebagai sarana berharga bagi alumni SMA Negeri 1 Purbalingga untuk mempelajari proses perijinan bagi pelaku UMKM. Acara ini diselenggarakan secara online melalui platform Zoom Meeting pada hari Minggu, 18 Februari 2024.
“IKAGA BISNIS FORUM” kali ini menampilkan pembicara Ibu Mei Yanti Nainggolan, A.Md, SE, MM.Sdm. Beliau adalah Direktur Halal Center Focus UMKM dan owner dari Kopi Berempat dengan moderator D. Kusumawardhani – G2001.
Dalam paparannya, pembicara menyampaikan pengertian UMKM dan perijinan OSS RBA (Online Single Submission Risk Based Approach) yaitu perijinan berusaha berbasis resiko yang digunakan oleh setiap pelaku usaha untuk dapat menjalankan kegiatan operasionalnya. Setiap pelaku usaha juga nantinya diwajibkan memiliki NIB atau Nomor Induk Berusaha sebagai identitas pelaku usaha dalam rangka pelaksanaan kegiatan berusaha sesuai dengan bidang usahanya. Dalam kesempatan ini juga dipaparkan tahapan-tahapan untuk mendapatkan NIB, SP-PIRT maupun Sertifikat Halal.
Dengan adanya ngobrol kali ini, IKAGA berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif dalam pengembangan usaha dilingkungan alumni pada khususnya maupun masyarakat pada umumnya, sehingga bisa menjadi nilai tambah buat alumni dan masyarakat.

Dapatkan materi lengkap Sosialisasi Perizinan UMKM disini.